Pringsewu (24/2). Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, bersama jajaran pengurus harian MUI mendampingi Ketua Umum MUI Kabupaten Pringsewu melakukan audiensi dengan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, pada Selasa (24/2). Audiensi tersebut membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan agar tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa para siswa dan santri.
Rombongan yang dipimpin Ketua Umum MUI Pringsewu, KH. Muhammad Hambali, menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis nasional gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, manfaat MBG sangat dirasakan masyarakat dalam peningkatan gizi anak dan ketahanan pangan keluarga.
“MBG sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tetapi masih ada celah mendatangkan mudharatnya. Oleh sebab itu, perlu ada mitigasi penyimpangan penyalahgunaan MBG oleh siswa selama bulan Ramadan,” ujarnya.
Terkait kondisi ibadah puasa, MUI Kabupaten Pringsewu menyampaikan lima poin rekomendasi kepada Bupati Pringsewu. Rekomendasi tersebut meliputi pengaturan skema distribusi kepada penerima manfaat agar tidak dikonsumsi pada siang hari, serta teknis pengambilan MBG yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua atau wali murid.
Selain itu, diperlukan penguatan koordinasi antar-stakeholder pelaksana di lapangan serta edukasi kepada murid tentang pentingnya menjaga ibadah puasa. MUI juga menekankan perlunya sosialisasi masif bahwa MBG diperuntukkan sebagai konsumsi saat berbuka puasa atau sahur, bukan pada waktu siang hari.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi atas kepedulian MUI sebagai mitra strategis sekaligus kontrol sosial pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa MBG bertujuan meningkatkan kualitas SDM, menekan angka stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Perlu adanya kontrol dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik dengan meminimalisir hambatan dan kendala di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapperinda Kabupaten Pringsewu yang juga Ketua Satgas MBG, Imam Fatkuroji, menjelaskan bahwa hingga saat ini pelaksanaan MBG di Kabupaten Pringsewu telah berjalan cukup masif. Tercatat sebanyak 48 dapur MBG telah beroperasi dengan total penerima manfaat mencapai 121.000 orang, terdiri dari 11.000 balita, 3.000 ibu menyusui, 2.000 ibu hamil, serta sisanya murid sekolah dan santri pondok pesantren. Program ini juga telah menyerap 1.447 tenaga kerja.
Imam menambahkan bahwa pelaksanaan MBG turut melibatkan dan memberdayakan UMKM di Kabupaten Pringsewu sebagai penyedia bahan baku dan kebutuhan dapur. Menanggapi rekomendasi MUI, selaku Ketua Satgas, ia menyatakan akan segera mengumpulkan SPPG, kordes, korcam, dan korkab MBG se-Kabupaten Pringsewu guna melakukan penyesuaian teknis selama bulan Ramadan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, turut menyampaikan pandangan dan masukannya. Dian menegaskan bahwa LDII sejalan dengan rekomendasi MUI. Menurutnya, mitigasi distribusi MBG sangat penting agar hak penerima manfaat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan nilai-nilai religius dalam menjalankan ibadah puasa.
“Program MBG adalah investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul. Namun keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, melainkan juga dari ketepatan distribusi, kesadaran kolektif, dan harmonisasi dengan nilai-nilai budaya serta agama masyarakat. Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pengaturan distribusi MBG selama bulan puasa justru akan memperkuat tujuan program, bukan melemahkannya,” ujar Dian.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, MUI, ormas keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar MBG tetap berjalan optimal, adaptif terhadap kondisi Ramadan, serta membawa kemaslahatan yang luas bagi masyarakat Kabupaten Pringsewu.
















