Banjar Margo (13/2). Kementerian Agama RI melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kemenag Kabupaten Tulang Bawang mengajak LDII untuk semakin masif memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan pembinaan umat. Ajakan tersebut disampaikan oleh H. Mujamil, S.Ag., saat memberikan materi pembekalan pada Musyawarah Daerah (Musda) VI LDII Kabupaten Tulang Bawang di Aula Masjid Al-Qodr, Kecamatan Banjar Margo, Selasa (10/2).
Dalam paparannya, H. Mujamil menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak mungkin membina umat yang besar ini sendirian. Oleh karena itu, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga dan membina kehidupan beragama.
“Di era digital, ajakan apapun sangat cepat tersebar. Ini menjadi peluang besar untuk menyebarkan kebaikan, namun juga tantangan jika dimanfaatkan untuk hal-hal negatif. Maka lembaga dakwah harus mampu hadir dan mengambil peran,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa digitalisasi membawa dua sisi sekaligus, yakni peluang dan tantangan. Karena itu, negara perlu hadir melalui kebijakan yang adaptif dan moderat, khususnya dalam penguatan moderasi beragama.
Menurutnya, ormas Islam memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembinaan umat, penjaga nilai-nilai moderasi beragama, agen pendidikan dan dakwah, serta penangkal radikalisme dan intoleransi. Di tengah derasnya arus informasi, keberadaan ormas Islam yang aktif di ruang digital menjadi kebutuhan mendesak.
“Jika pihak di luar lembaga dakwah saja mampu memanfaatkan media digital untuk mengajak ke berbagai hal, bahkan yang negatif, maka seyogyanya lembaga dakwah lebih mampu lagi memanfaatkan era digital untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Mujamil menjelaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tugas dalam pembinaan kehidupan beragama, penguatan moderasi beragama, fasilitasi dan pendampingan ormas Islam, serta penyusunan kebijakan berbasis regulasi nasional. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan ormas terus diperkuat melalui dialog keagamaan, pendampingan kelembagaan, serta kerja sama program pemberdayaan umat. Ia juga mendorong agar ormas Islam, termasuk LDII, menerapkan manajemen organisasi berbasis digital serta memaksimalkan dakwah digital secara terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui Musda VI ini, diharapkan LDII Tulang Bawang semakin solid dalam membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap kokoh dalam menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, rukun, dan rahmatan lil ‘alamin.
















